Rabu, 13 September 2017

TERSANDUNG ISSUE SARA, 2017 AHOK KALAH PILKADA DKI JAKARTA


Banyak orang akan menilai, bahwa karir politik Basuki Tjahaya  Purnama alias Ahok telah tamat. Tak salah memang, jika penilaian itu datang setelah melihat peristiwa yang menimpa perjalanan politik Ahok, dari gelombang aksi berjilid-jilid sampai keputusan pengadilan yang menjatuhkan vonis 2 (dua) tahun penjara.

Tuduhan menista agama yang ditiupkan lawan politiknya, benar-benar telah mempengaruhi sentimen politik warga dan terbukti mengalahkan Ahok di putaran kedua pada pilkada DKI belum lama ini. Hal itu sekaligus membuktikan, kinerja Ahok yang begitu baik tidak mampu membangun keberanian warga secara umum, untuk mengesampingkan issue agama.

Itulah dampak dari ucapan Basuki Tjahaya Purnama alias Ahok ketika ia berpidato di Pulau Pramuka Kepulauan Seribu 27 September 2016, yang mengutip salah satu ayat dari Kitab Suci Al Qur’an. Peristiwa itu sebaiknya menjadi pelajaran bagi siapapun, khususnya para pelaku politik agar lebih berhati-hati dalam mengucap kata.

Tak sedikit pelaku politik berdecak kagum, dan menjadikan peristiwa politik yang dialami Ahok sebagai peristiwa yang fenomenal, dan menjadikan peristiwa itu sebagai pelajaran yang sangat berharga. Politik adalah politik, lawan sangat mungkin menjadi kawan, dan sebaliknya kawan hari ini akan sangat mungkin besok menjadi lawan. 

Itulah politik.


Salam Gemilang ...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar